PANGKEP – Dampak musim barat yang membawa gelombang tinggi kini mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayah kepulauan. Salah satu titik terparah berada di Pulau Sumanga, Desa Balo Baloang, Kecamatan Liukang Tangaya, di mana pengikisan daratan akibat abrasi pantai semakin mengancam pemukiman warga.
Merespon kondisi tersebut, Pemerintah Desa Balo Baloang bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Hasilnya, bantuan logistik dari Dinas Sosial Kabupaten Pangkep telah resmi diterima oleh Kepala Desa Balo Baloang, Bohari, S.Pd.
Dalam proses serah terima bantuan tersebut, Kades Bohari turut didampingi oleh Kepala Dusun Sumanga, Jeri, A.Md., dan Kepala Dusun Langkoitang, Usman, S.Sos. Kehadiran para kepala dusun ini bertujuan untuk memastikan pendataan warga terdampak dilakukan secara akurat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Adapun bantuan yang diberikan mencakup paket logistik darurat berupa perlengkapan keluarga (Family Kit), matras, serta bantuan makanan siap saji yang sangat dibutuhkan oleh warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau terancam oleh pengikisan ombak.
"Keselamatan warga Dusun Sumanga adalah prioritas kami. Kami berterima kasih kepada Dinas Sosial Pangkep atas respon cepatnya. Saat ini tim desa bersama Kadus terus memantau pergerakan ombak di pesisir pulau," ujar Bohari, S.Pd.
Pulau Sumanga memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang rentan terkena dampak angin musim barat. Abrasi pantai yang dipicu oleh hantaman ombak besar tidak hanya merusak bibir pantai, tetapi juga mulai mendekati area infrastruktur desa. Pemerintah desa mengimbau agar warga tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.